Rabu, 12 Februari 2014

“Trias Manja”


“Tias, bangun nak. Udah pagi sayang” panggil Ibu Tias dari luar pintu kamar Tias.
“Hoaaam... Iya mih tunggu” jawab Tias dari dalam kamarnya dengan bermalas-malasan.
Perkenalkan namanya Trias Medez Brahma, panggil saja dia Tias. Tias adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara, bisa dibilang dia anak bungsu dari pasangan suami istri Brahma dan Istiana. Kakak laki-laki pertama Tias yaitu Ryan Brahma sedang melanjutkan kuliahnya di Australia, sedangkan kakak laki-laki ke-2 Tias, Dwi Karuna Brahma masih duduk di kelas 3 SMA. Keluarga Brahma cukup dikenal di daerah Jakarta karena cabang-cabang usaha milik keluarga Brahma yang menjamur hampir diseluruh kawasan di Jakarta bahkan sampai di luar kota.

Tias adalah anak yang cantik, modis, baik, namun ada 1 sifat jelek dari dirinya yang sampai saat ini masih melekat dalam diri Tias, yaitu manja. Sifat manja itu tumbuh karena beberapa faktor. Faktor pertama karena dia terlahir dalam keluarga yang berada dan sangat berkecukupan, faktor kedua karena dia anak bungsu dari 3 bersaudara, dan dia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga itu, jadi pantas saja kalau Ayah, Ibu, dan ke 2 kakaknya memanjakan Tias. Tepat hari ini Tias resmi memakai seragam kebanggaan yaitu putih abu-abu. Yap, sekarang Tias baru saja resmi menduduki bangku SMA, sekarang dia satu sekolah dengan Dwi, kakak keduanya.
20 menit berlalu, sekarang waktu menunjukan tepat pukul 6 lewat 30 menit, namun Tias belum juga keluar dari kamarnya yang sangat berantakan itu.
“Dek, cepetan dong. Kita udah mau telat nih” kak Dwi memanggil Tias dari dalam mobilnya yang sudah siap meluncur menuju sekolah.
“Iya kak, aku otw1 nih” jawab Tias sambil setengah berlari  menuju mobil kak Dwi.
“Kak, aku gak tau pasang dasi nih” kata Tias sedikit merengek kepada kakaknya yang satu itu saat diperjalanan menuju sekolah.
“Ya udah, entar aja ya kakak pasangin di sekolah, kita udah mau telat nih soalnya” balas kak Dwi sambil terus memandangi jalan karena sedang menyetir mobilnya.
“Pokonya kamu kalo di sekolah harus bersikap ramah sama temen-temen baru kamu. Terus kalo ada yang gangguin kamu langsung lapor ke kakak aja yaa. Oh iya satu lagi, kamu harus mengikuti semua peraturan sekolah, dan salah satunya adalah dilarang membawa peralatan kosmetik ke sekolah. Ngerti ?” lanjut kak Dwi yang tidak berhenti bicara.
“Hah ?! Masa gak boleh bawa peralatan kosmetik ke sekolah sih ? Trus kalo aku mau dandan gimana dong kak ?” jawab Tias, dan lagi-lagi dengan nada yang sedikit merengek.
“Dek, denger ya kamu tuh sekarang udah SMA, belajar dewasa. Gak usah tergantung sama ini itu lagi. Lagian kamu lebih cantik kalo natural tau, gak usah lebay2 lah” jawab kak Dwi sambil sesekali melihat kearah adiknya yang super manja itu.
Sementara Tias hanya diam, mulutnya manyun, maju 2cm menyerupai mulut ikan lohan. Akhirnya mereka sampai di sekolah mereka ‘SMA DIAN HARAPAN’, SMA swasta terkenal di bilangan Tangerang. Jadi mereka membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menempuh perjalanan dari rumah mereka ke sekolah. Saat Tias turun dari mobil, semua matapun tertuju padanya. Karena penampilannya yang modis dan memang dasarnya wajahnya yang cantik dan imut.
Bel sekolahpun berbunyi bertepatan dengan sampainya Tias dan kak Dwi di sekolah. Akhirnya mereka masuk kedalam gedung sekolah. Kak Dwi menyempatkan diri untuk mengantar Tias mencari kelasnya. Merekapun menemukan kelas dimana Tias akan menetap selama 1 tahun.
“Kamu jangan nakal yaa. Inget pesen kakak. Kakak masuk kelas dulu yaa” kak Dwi berpesan sambil mengusap kepala Tias dan berlari menuju kelasnya.
Ternyata sudah banyak murid lain dalam kelas itu. Saat Tias masuk, kejadian yang sama seperti di halaman parkir sekolah itu terjadi lagi. Semua pembicaraan terhenti, semua mata tertuju pada Tias.
“Permisi. Masih ada tempat kosong nggak ?” tanya Tias yang masih berdiri di depan kelasnya dengan nada yang sedikit malu-malu. Lalu dia melihat bangku yang masih kosong tepat berada di depan. Saat dia sedang berjalan menuju bangku itu tiba-tiba seorang anak laki-laki berlari dari belakangnya dan menduduki bangku yang sudah diincar oleh Tias.
“KAMU !!” teriak Tias. “Yang masuk duluankan aku, kenapa kamu yang dudukin bangkunya ?!” lanjut Tias.
“Siapa cepet dia dapet. Lagian lu jalan kayak siput sih, lelet banget !” kata laki-laki itu di sambung dengan tawanya. Akhirnya Tias mengalah dan menduduki bangku tepat di belakang laki-laki itu.
Gurupun masuk, guru itu adalah wali kelas mereka yaitu Ibu.Ratih. Saat pekenalanpun dimulai. Dan sekarang giliran Tias yang memperkenalkan dirinya di depan teman-teman barunya.
“Nama aku Trias Medez Brahma, panggil aja aku Tias. Rumah aku di kompleks perumahan ‘Permai Indah’ di daerah Jakarta Barat sekitar 20 menit dari sekolah ini. Ada yang mau ditanyakan ?”
“Eh, lu kenapa sih kalo jalan lelet banget ? hahaa...” kata laki-laki tadi dan mengundang tawa teman-temannya yang lain. Sementara Tias hanya menatap wajah anak itu secara sarkastik dan tidak berkata apa-apa.
“Rio, tidak boleh begitu. Tinggalkan kebiasaan SMP kamu yang sering meledek teman-teman kamu. Ingat itu Rio !” kata Ibu.Ratih.
Dari perkenalan tadi, Tias sudah tau nama anak itu. Namanya adalah Rio, Rio Jericko. Karena ini adalah hari pertama mereka sekolah di tahun ajaran baru, jadi belum ada KBM3 yang berjalan dari kelas 10  sampai kelas 12. Bel isirahatpun berbunyi, saatnya anak-anak SMA DIAN HARAPAN berhamburan ke kantin. Kak Dwi kelihatan berjalan menuju ke kelas Tias.
“Dek mau ke kantin bareng kakak gak ?” tanya kak Dwi sesampainya di kelas Tias.
“Ayok kak” jawab Tias sambil menarik kakaknya itu. “Kak, masa tadi ada yang rese gitu sama aku di kelas. Namanya Rio. Ih aku kesel banget deh kak sama dia, asli !” lapor Tias sesampainya mereka di kantin dan memesan makanan.
“Hahaa, dia suka kali sama kamu dek sampe digangguin begitu” jawab kak Dwi sambil sedikit meledek adiknya. Makanan yang mereka pesan akhirnya datang dan langsung mereka santap bersama. Akhirnya bel tanda masukpun berbunyi, saatnya Tias dan kak Dwi masuk ke kelas mereka masing-masing.
“Dek, kamu ke kelas sendiri yaa, kakak mau cepet-cepet ke kelas nih” kata kak Dwi.
“Temenin dong kak, aku gak mau jalan sendirian, takut tau!” kata Tias dengan nada membujuk. Melihat wajah adiknya yang melas itu akhirnya kak Dwi mengantar Tias ke kelasnya.
“Dasar manja” celetuk kak Dwi. Tias hanya senyum setengah tertawa mendengar kakaknya.
Sesampainya Tias di kelas Tiaspun duduk di tempat duduknya. Tiba-tiba seorang perempuan datang menghampiri Tias dan duduk di sebelah Tias.
“Hai.. Kamu inget nama aku gak ? Pasti kamu lupa, nama aku Lani. Aku temen SMPnya Rio, cowok yang tadi ledekin kamu. Gak usah masukin ke hati yaa ledekannya Rio, dia emang gitu dari SMP. Salam kenal yaa Tias” perempuan itupun tersenyum.
“Oh dia, iya gak apa-apa kok Lani, udah keliatan kok dari gayanya yang selenge’an itu. Hehee.. Salam kenal juga Lani” Tias membalas senyuman Lani.
“Tias aku suka banget deh sama style4 kamu, keren sih. Gak kayak aku, pake pakaian yang udah lusuh” kata Lani dan lagi-lagi sambil melontarkan senyum manisnya itu.
“Hah, oh makasih Lani. Tapi kenapa kamu pake seragam lusuh begitu ? Emangnya mama kamu gak beliin kamu seragam yang baru ? Maaf yaa Lani aku gak bermaksud untuk hina kamu, serius deh” kata Tias takut menyakiti hati Lani.
“Aku tau kok Tias, kamu kan anak baik mana mungkin kamu mau ngehina orang” Lani berkata dengan penuh senyum. “Aku masuk di sekolah ini hanya karena beasiswa. Kakak aku juga waktu itu dapet beasiswa kayak aku, tapi sekarang dia udah lulus dan ngelanjutin kuliah di UPH5 karena dia dapet beasiswa lagi disana. Jadi bajunya yang lama aku yang pake deh hehee..” lanjut Lani yang terus tersenyum tanpa merasa malu karena dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Waw,, aku salut banget sama kamu Lan, berarti kamu sama kakak kamu pinter banget dong yaa, karena gak gampang untuk dapet beasiswa di yayasan ini, harus orang yang benar-benar punya kepintaran yang bisa dapet beasiswa disini. Wah hebat banget kamu Lan” puji Tias penuh kagum dan Lani membalas dengan senyuman.
“Woy !! Ngerumpi aja lu pada, pasti lagi ngomongin gua kan ?” kata Rio yang tiba-tiba datang dan mengagetkan Tias dan Lani.
“Ih PD6 banget kamu !” balas Tias spontan dan memandangi Rio dengan tatapan yang dingin.
“Rio, kenalin dong ini Tias, anaknya baik loh, asik lagi diajakin ngobrol” kata Lani menghangatkan suasana.
“Gua juga tau kali. Trias Medez Brahma, anak ke-3 dari pengusaha terkenal yang lelet dan manja!” balas Rio sambil terkikik.
“Rio ! Kamu apa-apaan sih, gak sopan tau !” Lani membela Tias.
“Udah Lan, gak ada gunanya ngomong sama anak kaya begini. Biarin aja dia” balas Tias. 1 semesterpun berlalu setelah kejadian ejek-ejekan itu. Berawal dari kejadian itu Tias, Lani, dan Rio menjadi dekat, dan akhirnya mereka bersahabat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama karena pada dasarnya Lani dan Rio adalah anaknya yang pintar. Saat pengambilan raport semester 1 betapa senangnya mereka bertiga karena ternyata mereka bertigalah yang menduduki posisi 3 besar. Lani menempati peringkat pertama, Rio diperingkat ke-2, dan Tias diperingkat ke-3. Saat mengetahui kalau Tias mendapat peringkat ke-3, orangtuanya dan kak Dwipun merasa sangat bangga karena mereka tahu selama SMP Tias jarang sekali belajar, bahkan tidak pernah masuk 10 besar dikelasnya.
“Selamat yaa sayang, mami bangga sama perkembangan kamu sekarang” kata Ibu Tias saat makan malam bersama di Restoran ternama di daerah Jakarta.
“Iya papi juga bangga sama kamu Tias, tapi ada 1 hal yang papi mau kamu ubah dari diri kamu Tias” sambung Ayah Tias.
“Apa pih ?” tanya Tias.
“Papi mau kamu gak manja lagiTias, papi mau kamu gak tergantung lagi sama papi, mami, dan kakak-kakak kamu. Kamu harus belajar dewasa nak” jawab Ayah Tias.
“Iya deh, entar Tias coba” balas Tias dengan wajah datarnya. Tiba-tiba keadaan jadi hening.
“Kamu pacaran sama Rio yaa dek ?” celetuk kak Dwi memecah keheningan.
“Nggak kok kak ! Kak Dwi nih apa-apaan sih !” jawab Tias kaget, wajahnyapun mulai memerah pertanda malu. Akhirnya mereka melanjutkan canda tawa itu. Sebetulnya sudah lama Tias menyimpan perasaan pada Rio, hanya saja Tias tidak mau merusak persahabatan mereka bertiga.
Suatu hari saat disekolah, tepatnya jam istirahat, kak Dwi memanggil Rio untuk membicarakan sesuatu, hingga akhirnya Tias dan Lani harus pergi ke kantin tanpa Rio.
“Rio, gua mau nanya sama lu, pokoknya lu harus jawab jujur. Lu suka sama adek gua ? Jujur yaa yo” tanya kak Dwi setelah memastikan kalau Tias dan Lani sudah betul-betul pergi ke kantin.
“Se..se..sebenernya gua suka sama Tias kak, tapi gua tau kalo gua tuh bukan tipenya Tias” jawab Rio sambil menunduk malu.
“Yo, denger gua yaa, gua dan bokap7 nyokap8 gua setuju-setuju aja kalo lu mau jadian sama adek gua, tapi 1 syarat, gua mau lu bisa rubah adek gua jadi gak manja lagi gimanapun caranya, asal lu gak nyakitin dia sama sekali. Ngerti ?” lanjut kak Dwi.
“Gua ngerti kak. Makasih buat kesempatannya kak, gua janji gua gak akan nyakitin Tias, gua sayang sama dia kak !” balas Rio. “Maaf gua agak lama” kata Rio pada Tias dan Lani saat di kantin.
“Emang kak Dwi ngomong apa sama kamu ? Kok tumben sih ?” tanya Tias heran.
“Hah ? Nggak kok tadi dia cuma minta nomornya kakak sepupu gua yang bisa nge’instal laptop, katanya laptopnya mau diinstal” jawab Rio berbohong.
“Oh gitu, yaudah makan nih, tadi kita udah pesenin makanan kebangsaan kita ‘BAKSO RAME’ hahaa..” balas Tias dan dilanjutkan dengan tawa Tias dan Lani.
Waktupun tidak terasa terlewati dengan indah. Sekarang sudah saatnya pembagian raport hasil belajar di semester 2. Dan mereka bertiga patut berbangga karena mereka masih bisa mempertahankan  prestasi mereka. Untuk merayakan keberhasilan mereka Rio mengajak Tias dan Lani untuk berlibur di vila milik kelurga Rio yang berada di puncak.
“Yuk, sekalian refreshing. Kan kita selama ini belajar mulu, pengap nih otakku. Disana kan udaranya seger. Aku sih ok !” kata Lani mengiyakan ajakan Rio sekaligus membujuk Tias agar mau ikut bersama mereka.
“I..iya deh, entar aku tanya papi aku dulu yaa” jawab Tias ragu-ragu.
“Lu manja banget sih Ti, inikan cuma untuk liburan doang, masa bokap lu gak ngijinin sih ? Payah lu !” kata Rio meledek Tias.
“Ih, aku mau kok pergi ! Liat aja pasti nanti papi aku ngijinin aku pergi sama-sama kalian” balas Tias yang tidak terima dirinya diledek oleh Rio.
Waktu berliburnyapun tiba. Akhirnya Tias diberi izin untuk pergi bersama Rio dan Lani, tapi kak Dwi harus ikut menemani mereka untuk memastikan mereka akan baik-baik saja selama berlibur. Ternyata rencana liburan itu sudah direncanakan oleh Rio dan sudah mendapat izin dari kak Dwi.
Akhirnya setelah menempuh waktu yang cukup lama mereka sampai di vila milik Rio. Ternyata dalam perjalanan menuju Puncak suatu kesalahpahaman terjadi antara Lani dan Tias, kejadian itu membuat mereka tidak mau menegur satu sama lain. Karena sifat manja Tias, saat turun dari mobil Tias dengan enaknya menyuruh Rio membawa barang-barang bawaannya.
“Yo, bawain barang-barang aku ke dalam vila yaa, aku capek banget nih duduk terus di perjalanan”
“Enak aja ! Lu pikir gua pembokat9 lu apa lu suruh-suruh kayak gitu ? Ogah ah, bawa sendiri !” balas Rio dengan nada ketus. Karena sudah kecil hati akhirnya Tias mengambil barang-barangnya dan membawanya masuk ke dalam vila. Karena ada panggilan tes Universitas, akhirnya kak Dwipun harus meninggalkan mereka dan kembali ke Jakarta lebih dulu, seorang diri. Akhirnya Tias harus mngerjakan semuanya sendiri, dari memasak untuk makannya, mencuci bajunya yang sudah bau keringat karena perjalan yang jauh, dan merapikan kamar untuk dia tidur malam nanti. Semua dia lakukan sendiri karena hubungannya yang sedang tidak baik dengan Lani dan Rio. Diam-diam Rio dan Lani mengamati apa yang dilakukan oleh Tias di kamarnya.
“Nah gitu dong, itu bisa, masak sendiri, nyuci sendiri, rapihin kamar sendiri, kenapa gak dari dulu-dulu aja Ti ?” kata Rio yang tiba-tiba masuk ke kamar Tias yang tidak di tutup. Spontan membuat Tias kaget.
“Maafin aku yaa Ti, dari tadi pagi aku udah ngacangin10 kamu, trus gak bantuin kamu ngapa-ngapain, ini semua rencana Rio” kata Lani yang langsung masuk ke kamar Tias dan langsung memeluk Tias sambil menangis.
“Maafin gua juga yaa Ti, ini emang ide gua. Tapi gua gak sendirian kok” lanjut Rio.
“Kakak dalangnya dek, sekarang kakak udah punya laporan yang memuaskan untuk papi, mami nanti. Adekku udah mandiri sekarang. Kakak kirain setelah kakak pergi kamu gak akan ngapa-ngapain, ternyata kamu udah bisa ngelakuin semuanya sendiri. Good job dek !” sambung kak Dwi yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Tias, dan itu yang membuat Tias makin terkejut.
“Kalian !! Apa-apaan sih !!” jawab Tias sambil menangis, tapi tangisnya adalah tangis bahagia karena dia sudah menyadari kalau dirinya sudah mandiri sekarang.
“Kak, tugas gua udah selesai, dan sekarang waktu yang tepat. Ti.. Sebenernya gua udah lama punya perasaan sama lu, lu mau gak jadi pacar gua ?” tiba-tiba Rio mengambil tangan Tias dan berlutut di depan Tias. Tias kaget, dia menatap Lani dan kak Dwi meminta persetujuan, dan mereka berdua mengangguk.
“I.. Iya Yo, aku mau kok jai pacar kamu” jawab Tias dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus.
Akhirnya mereka menikmati liburan mereka dengan bahagia. Sekarang Tias bukan lagi Tias yang manja, sekarang Tias sudah berubah menjadi Tias yang mandiri dan Tias yang rajin.
Ini kisah romantis Tias untuk mengubah sifat manjanya. Tunggu kisah-kisah Tias selanjutnya yaa.. Terimakaih J



... SELESAI ...

Cinta, Sahabat, & Sahabatku (CHAPTER 2)

CHAPTER 2

kriiiiiinnnggg…
Gue masih diem di bangku gue pas bel istirahat bunyi, gue bingung mau ke kantin sama siapa, sampe sekarang gue masih belum punya temen. Gue gak mau ke kantin sama cewek-cewek over modis. Di bangku depan, gue ngeliat cowok-yang mukanya gak asing buat gue-masih duduk juga di bangkunya. Gue masih wondering tentang siapa dia sebenernya, gue ngelamun sampe akhirnya gue ngerasa ada yang duduk di samping gue. “Hai”, seorang cewek berklit sawo matang yang manis duduk di samping gue, kalo diliat dari modelnya gue rasa dia gak tergabung sama cewek-cewek over modis. “Eh, hai” gue bales sapaannya sambil ngebales senyumannya juga. “Aku Ratih, nama kamu siapa ?” “Oh, nama gue Decha.” Gue ngasih tau nama gue sambil senyum lagi. “Kita bisa temenan kan ? Aku liat kamu dari tadi duduk terus, kamu gak ke kantin ?” tanya Ratih, “Ya iyalah. Gue males ke kantin sendiri, gue gak mau gabung sama cewek-cewek alay over modis itu.” Gue ngejawab setengah bercanda. “Ya udah bareng sama aku aja, kalo kamu mau sih”, “Ya udah yuuk”. Akhirnya gue ke kentin bareng sama Ratih. Setelah banyak ngobrol sama Ratih, gue ngerasa nyambung juga sama dia, walaupun dia keliatan agak kuper tapi ternyata dia enak juga kalo di ajakin ngobrol. Ada beberapa hal yang sama-sama kita sukain, kayak ‘Simple Plan’. Band luar negri kesukaan gue, ternyata Ratih juga suka sama ‘Simple Plan’.

Gue mesen makanan di kantin, tapi Ratih nggak. “Tih, lo gak makan ?” “Nggak.” Jawab Ratih sambil senyum manis sambil ngeliat menu-menu yang ada di buku menu, “Kenapa ?” “Hah ? Nggak, nggakpapa kok, kamu aja.” “Pesen aja Tih, gue traktir sebagai tanda pertemanan kita, lo mau kan ?”. Gue tau kenapa Ratih nggak mau mesen, karena dia gak punya uang. “Kalo lo nggak mau mesen biar gue aja ya yang mesenin.” Akhirnya gue mesen 2 porsi bakso dan 2 jus apel. Pesanan gue akhirnya dateng juga, pas gue lagi makan sama Ratih tiba-tiba ‘PRANNGGG’ cewek alay over modis ngejatohin piring tepat di depan meja makan gue sama Ratih.
“Eh alay, lo bisa hati-hati dikit gak sih ?!” gue berdiri dari bangku gue.
“Ups, sorry, gue gak sengaja. Lo bilang apa tadi ? ALAY ?!”
“Kenapa ? Lo gak suka ? Mending lo buru-buru cabut deh !”
“Uuuu, takut.. hahaha…” jawab si cewek alay over modis itu setengah ngeledek gue dan di lanjutin ketawa bareng pengikut-pengikutnya yang juga cewek-cewek alay over modis.
Gue sama cewek alay over modis itu masih bantah-bantahan sampe tiba-tiba si cowok badan baja dateng ke kantin dan jalan kearah gue sama cewek alay over modis ini. Dan yang gue gak sangka adalah, pas cowok badan baja itu dateng tiba-tiba cewek alay ini ngerapiin dandanannya dan sok imut depan cowok baja ini.
“Niko, kamu ngapain kesini ? Kangen sama aku ya ? Aku udah mau ke kelas kok, kamu gak sabaran banget deh.”
“Lo yang namanya Ladesha kan ?” Tanya cowok badan baja itu ke gue tanpa menghiraukan si cewek alay over modis itu. Ternyata namanya Niko… gue bengong.
“Woy ! Lo Ladesha  kan ? Ada yang nunggu lo di kelas.”

“Hah ? I..iiya..” gue salting di depan dia, dan saat itu gue ngerasa bego banget karena udah nunjunkin sikap salting di depan dia, entar dia kepedean lagi kalo gue bakalan suka sama dia.


Rabu, 05 Februari 2014

PESEDIT.COM 2014 PATCH 3.0
via BillionUploads Download

via MightyUpload Download


via MEGA Download

PES 2014 Data Packs - DLC 2.0 (Saiz fail:  852.2 MB)

via Hugefiless [ Single Link ]
via BillionUploads [ Single Link ]
via Mega [ Single Link 

INSTALLATION
If you had installed a previous patch version, it is recommended to delete the 'FileLoader' folder inside the PES 2014 install directory before installing the newer version.
You need to download all part files, then unrar the first part (ends with 'part1.rar'). Start the Installer.exe as admin.
1. Remove 'FileLoader' folder inside PES 2014 install directory (if you installed custom files using FileLoader, you can backup the folder by moving it somewhere else.)
2. Download PES 2014 Data Pack 2 via the link provided in the PESEdit.com 2014 Patch thread. Copy the included 'dt50_001.cpk' (Data Pack 1) and 'dt500_7999999.cpk' (Data Pack 2) files to 'C:\ProgramData\KONAMI\Pro Evolution Soccer 2014\'. This is only required if you don't already have BOTH Data Packs installed to your PES 2014.
3. Disable antivirus software (add PES 2014 main directory to exceptions and enable it again after install)
4. Install the patch
5. Select the pes2014.exe you want to use 
6. (Start the selector if you want to make adjustments to leagues, stadiums or scoreboards – recommended to start as admin)
7. Start the game via pes2014.exe / start menu folder / PESEdit Selector


DOWNLOAD PESEDIT.COM 2014 PATCH 2.2 (File Size : 684.4 MB)

via Hugefiless [ Single Link ]

via BillionUploads [ Single Link ]

via UpToBox [ Single Link ]

via MightyUpload [ Single Link ]


via MEGA [ Single Link ]

PES 2014 Data Packs - DLC 2.0 (Saiz fail:  852.2 MB)

via Hugefiless [ Single Link ]
via BillionUploads [ Single Link ]
via Mega [ Single Link ]



DOWNLOAD PESEDIT.COM 2014 PATCH 2.1 (File Size :504.9 MB)

Hugefiless [ Single Link ]
BillionUploads [ Single Link ]
UpToBox [ Single Link ]
MightyUpload [ Single Link ]
MEGA [ Single Link ]


PES 2014 Data Packs - DLC 2.0 (File Size : 852.2 MB)

Hugefiless [ Single Link ]
BillionUploads [ Single Link ]
Mega [ Single Link ]


DOWNLOAD PESEDIT.COM 2014 PATCH 2.0

Hugefiless [ Single Link ]
BillionUploads [ Single Link ]
UpToBox [ Single Link ]
MightyUpload [ Single Link ]

PES 2014 Data Packs (Saiz fail:  852.2 MB)

Hugefiless [ Single Link ]
BillionUploads [ Single Link ]
Mega [ Single Link ]
PutLocker [ Single Link ]




Sumber

Sabtu, 01 Februari 2014

1.Katy Perry ft Juicy J - Dark Horse (CDQ)

2.Powered by www.Mp3Olimp.net Pitbull feat. Kesha - Timber

3.Powered by www.Mp3Olimp.net One Republic - Counting Stars

4.Powered by www.Mp3Olimp.net A Great Big World Ft. Christina Aguilera - Say Something ( Bo2Music )

5.Powered by www.Mp3Olimp.net Eminem ft Rihanna - The Monster

6.Powered by www.Mp3Olimp.net Jason Derulo feat. 2 Chainz - Talk Dirty

7.Powered by www.Mp3Olimp.net Passenger - Let Her Go

8.Powered by www.Mp3Olimp.net Ballada o lorde Fenikse

9.Powered by www.Mp3Olimp.net Lorde - Royals

10.Powered by www.Mp3Olimp.net BASTILLE - POMPEI ( KAT KRAZY REMIX )

11.Powered by www.Mp3Olimp.net Ariana Grande (featuring Mac Miller) - The Way

12.Powered by www.Mp3Olimp.net Icona Pop - I Love It [featuring Charli XCX]

13.Powered by www.Mp3Olimp.net Fall Out Boy - My Songs Know What You Did In The Dark (Light Em Up) [2 Chainz Edition]

14.Powered by www.Mp3Olimp.net ZEDD featuring Foxes - Clarity (Tiesto Remix) [Mendez Moombahton Rework]

15.Powered by www.Mp3Olimp.net Blake Shelton - Boys Round Here (feat. Pistol Annies & Friends)

16.Powered by www.Mp3Olimp.net Mariah carey 01 beautiful featuring miguel

17.Powered by www.Mp3Olimp.net Cups (Pitch Perfect s When I m Gone) - CLEAN Mastered - 2 16 13

18.Powered by www.Mp3Olimp.net Rihanna - Stay (featuring Mikky Ekko)

Powered by www.Mp3Olimp.net
19.Hunter Hayes - I Want Crazy

Powered by www.Mp3Olimp.net
20.Bruno Mars { MP3WAXX } - When I Was Your Man { MP3WAXX }

21.Powered by www.Mp3Olimp.net Macklemore & Ryan Lewis - Thrift Shop (Featuring Wanz)

Powered by www.Mp3Olimp.net
22.Maroon 5 - Love Somebody

Powered by www.Mp3Olimp.net
23.J. Cole featuring Miguel - Power Trip

Powered by www.Mp3Olimp.net
24.Calvin Harris Featuring Ellie Goulding - I Need Your Love (Original Radio Mix)

Powered by www.Mp3Olimp.net
25.Jason Derulo - The Other Side

Powered by www.Mp3Olimp.net
26.Darius Rucker - Wagon Wheel

Powered by www.Mp3Olimp.net
27.Wale - Bad ft. Tiara Thomas (Prod by and Kelson) (DatPiff Exclusive)

Powered by www.Mp3Olimp.net
28.Same Love Macklemore Ryan Lewis

Powered by www.Mp3Olimp.net
29.Avril Lavigne | - What The Hell

Powered by www.Mp3Olimp.net
30.Luke Bryan - Crash My Party

31.Powered by www.Mp3Olimp.net Pharrell Williams - Happy

Powered by www.Mp3Olimp.net
32.Beyonce feat. Jay - Z - Crazy In Love

Powered by www.Mp3Olimp.net
33.John Legend All of me

Powered by www.Mp3Olimp.net
34.A Great Big World feat. Christina Aguilera - Say Something

Powered by www.Mp3Olimp.net
Harus nonton ni gan !!!!


CHAPTER 1

Mobil gue sampe di lapangan parkir sekolah saat bel sekolah belum bunyi, “Ya ampun, tau gini mending gue ngelanjutin tidur gue tadi !”. Gue turun dari mobil Rush gue. Ya gue bukan tipe cewek yang girly banget, jadi gue milih mobil Rush yang badannya lebih besar ketimbang mobil-mobil sedan. Gue ngunci mobil gue sambil balik badan dan “BRUK”, gue jatoh. Gue ngerasa ada yang nabrak badan gue, pas gue berdiri orangnya udah gak ada di hadapan gue. Ternyata dia malah jalan terus kaya orang yang gak punya dosa udah nabrak malaikat kaya gue. “Woi, badan lo dari baja ya ?! Sakit tau !” orang itu cuma nengok ngeliat gue sebentar tanpa ngomong apapun dan kembali nerusin jalannya.
Muka itu …

Gue muter-muter nyari kelas gue dan akhirnya gue nemuin kelas gue, ‘X PALAPA’. Kaki gue baru aja mau ngelangkah masuk ke dalam kelas, tiba-tiba ada yang nepuk pundak gue, “Sorry, ini kelas sepuluh palapa kan ?”. Gue berbalik badan dan ngeliat orang yang ada di hadapan gue sekarang, Ini orang mau sekolah atau mau shopping sih ? Masa iya dandanannya begini ?. Seorang cewek over modis berdiri di depan gue sambil nenteng tas PRADA , pake sepatu hak tinggi, dan kaca mata item, gue bengong. “Hello !” si cewek over modis itu nyadarin gue dari bengongan gue, “Ini kelas sepuluh palapa kan ?” dia ngulangin pertanyaannya, “Aha” jawab gue singkat sambil melengos ninggalin dia masuk ke kelas. Gue duduk di bangku paling belakang karena gue gak suka duduk di depan, gue gak mau ketahuan guru kalo nantinya gue tidur pas jam pelajaran. Gue emang mager.

Satu persatu murid masuk ke kelas ‘X PALAPA’, ada yang nerd, ada yang jahil banget, ada kumpulan cewek over modis, sampe akhirnya gue ngeliat dia, dia yang tadi nabrak gue di parkiran, dia yang badannya kaya baja, dia yang gak minta maaf sama gue, dan dia yang… dia yang mukanya gak asing buat gue. Siapa sih dia ?

sumber



“Kring…kring…kring…”
Bunyi alaram bener-bener bikin tidur gue keganggu. Akhirnya gue milih bangun dari pada harus berdebat sama alaram gue. Gue ngeliat jam dan “Ya ampun  !! Gue telat”.
Hai, nama gue Ladesha Alvalena, panggil aja gue Decha. I’m 16, gue anak tunggal dari keluarga yang bisa di bilang lumayan kaya. Gue punya rumah mewah, mobil pribadi, pembantu yang banyak, dan apapun yang gue mau bisa gue dapetin dalam sekejap. Orang bilang gue cantik, dan gue juga akui itu (oke kan gue). Tapi hidup gue gak sebahagia yang kalian bayangin.
Nyokap gue adalah seorang single parent. Setelah bokap gue meninggal 9 tahun yang lalu nyokap selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai perancang pakaian orang-orang kelas atas. Karena nyokap selalu sibuk gue jadi kesepian di rumah.

Oh iya, ini hari pertama gue masuk SMA. Gue gak ikut MOS karena gue paling gak suka di bentak-bentak sama kakak kelas yang songong dan sok berkuasa (itu dalam pikiran gue).Dan di hari pertama gue sekolah, gue telat !!

sumber